Mentan Lantik 55 Pejabat, Dorong Meritokrasi dan Percepatan Produksi Menuju Ekspor
Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melantik dan mengambil sumpah jabatan 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian, Jumat (6/2/2026) di Kantor Pusat Kementan, Jakarta. Pelantikan ini menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam menerapkan sistem merit berbasis kinerja serta mempercepat pelaksanaan program strategis sektor pertanian.
Mentan Amran menyampaikan bahwa sebagian besar pejabat yang dilantik merupakan hasil promosi berdasarkan prestasi dan kinerja, termasuk pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang sejalan dengan perhatian Presiden terhadap penguatan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Hari ini kita melantik putra-putri terbaik Kementerian Pertanian. Ini bukan pemberian, tetapi hasil kerja keras. Sistem merit diterapkan secara objektif, tanpa korupsi, kolusi, dan intervensi,” tegas Mentan Amran.
Dalam arahannya, Mentan menekankan sejumlah agenda prioritas yang harus dikawal oleh para pejabat baru, antara lain penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), percepatan optimalisasi lahan, program cetak sawah, brigade pangan, serta penguatan hilirisasi pertanian. Ia juga menegaskan pentingnya pelaporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) yang harus dievaluasi secara konsisten.
“PPL adalah garda terdepan. Pimpin, bina, dan gerakkan mereka. Pastikan kebijakan dan inovasi sampai ke petani hingga ke pelosok,” ujarnya.
Mentan Amran turut menyoroti capaian sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perbaikan tata kelola keuangan dari opini WDP menjadi WTP, peningkatan produksi, serta kontribusi Indonesia dalam menekan harga beras dunia melalui pengurangan impor.
“Ketika Indonesia tidak mengimpor beras, harga pangan global ikut turun. Ini sejarah dan hasil kerja keras bersama,” katanya.
Ke depan, Mentan menargetkan pencapaian yang lebih besar, seperti ekspor beras, swasembada gula putih tanpa impor, serta hilirisasi pertanian yang berjalan nyata di lapangan. Ia menegaskan pentingnya integritas dalam penyaluran bantuan, ketepatan sasaran alat dan mesin pertanian, serta pengawasan harga pupuk sesuai HET.
“Tidak boleh ada praktik jual beli bantuan atau pungutan. Pelanggaran akan ditindak tegas. Pastikan bantuan sampai ke petani yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Mentan Amran mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga semangat petani.
“Mari bekerja lebih baik setiap hari. Pertanian membutuhkan kolaborasi. Amanah ini untuk negara, petani, dan Indonesia,” pungkasnya.